ㅤ

A Little Profile of Kandawati Village

Desa Kandawati merupakan wilayah hasil pemekaran dari Kecamatan Kresek yang kini terletak di Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia. Berdasarkan letak geografis, Desa Kandawati berada pada posisi 6°06'32.1"S (Lintang Selatan) dan 106°22'00.8"E (Bujur Timur). Desa Kandawati memiliki luas wilayah kurang lebih sekitar 2.83 km2 atau setara dengan 283.27 ha dengan wilayah administrasi yakni Cakung, Kedung, Kandawati, Belod, Cipaeh Gebang, Karang Jetak, dan Serdang serta memiliki sekitar 15 RT, 4 RW, dan 3 Jaro.

Desa Kandawati memiliki beragam kearifan lokal, seperti halnya dalam bidang kerajinan yaitu Topi Eceng Gondok. Meski minim pengrajin, namun Topi Eceng Gondok khas Kandawati masih dilestarikan oleh beberapa pengrajin setempat sehingga salah satu kearifan lokal tersebut tidaklah pudar. Selain itu, Desa Kandawati juga memiliki makanan khas seperti Kue Jojorong dan Ayam/Bebek Gerem Asem.

Kearifan lokal lain dari Desa Kandawati adalah sebagai tempat wisata religi, hal ini disebabkan banyaknya makam keramat tokoh-tokoh penyebar agama Islam yang ada di Desa Kandawati, antara lain yakni Nyimas Gandawati, Syekh Astari bin Syekh Ishak, Syekh Hasan Basri bin Sultan Mahmud, Syekh Cinding bin Syekh Ciliwulung, Syekh Abdul Razaq bin Syekh Abdul Muid, hingga petilasan dari Pengawal Nyimas Kandawati yaitu Syekh Abdul Jabar.

Kandawati Village : Who is Kandawati?

Kandawati memiliki nama asli Nyimas Ganda Wati yang merupakan sosok perempuan pendekar yang menyebarkan agama Islam di Banten, khususnya di Desa Kandawati sendiri.

Nyimas Kandawati sering disebut juga sebagai Nyimas Gandasari yang berasal dari Cirebon, hal ini disebabkan karena kononnya ketika Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) menyebarluaskan agama Islam ke wilayah Banten, beliau mengutus anaknya yakni Maulana Hasanuddin ke wilayah Banten dengan dibantu oleh Nyimas Gandasari (Gandawati).

Adapun kisah lain yang menceritakan mengapa namanya disebut Gandawati, dimana beliau merupakan seorang pendekar yang memiliki dua (ganda) senjata. Dua senjata tersebut adalah kesaktiannya dan keahliannya dalam seni bela diri.

Nyimas Kandawati diperkirakan hidup sekitar abad ke-15, hal ini dikarenakan Nyimas Kandawati merupakan panglima perang Sunan Gunung Jati yang diutus untuk membantu Maulana Hasanuddin dalam menyebarkan agama Islam di Banten.

Dalam membantu penyebaran agama Islam, Nyimas Kandawati ditugaskan oleh Sultan Maulana Hasanuddin untuk mengislamkan wilayah Banten Utara (Tangerang), sehingga beliau pergi dengan menunggangi kuda ke wilayah hutan yang sekarang merupakan Desa Kandawati. Tak sendirian, Nyimas Kandawati menyebarkan agama Islam di Desa Kandawati bersama dengan pengawalnya yakni Syekh Abdul Jabar.